JEMBER,Transnews24.com Dewan Pimpinan dan Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Waryaloka Pendopo Wahya Wibawa Graha Jember. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 100 orang, termasuk Dandim 0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., serta jajaran Forkopimda dan para ulama, Minggu (23/8/2026).
Prosesi
pengukuhan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemberian
santunan kepada anak yatim-piatu dan pembacaan doa. Selanjutnya dilaksanakan
pembacaan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan
pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan serta Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten
Jember Masa Khidmat 2026–2031 oleh Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur Prof. Dr.
KH. Abdul Halim Soebahar, M.A.
Ketua MUI
Kabupaten Jember Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag., menyampaikan bahwa MUI merupakan
salah satu mitra Pemerintah Kabupaten Jember dan Kementerian Agama dalam
menyatukan berbagai perbedaan di tengah masyarakat. Ia berharap dukungan
pemerintah dapat semakin memperkuat program dan kegiatan MUI dalam memberikan
kontribusi bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Jember.
Sementara itu,
Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh
pengurus MUI yang dikukuhkan. Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan kesiapan
mendukung berbagai upaya pembangunan akhlak masyarakat, khususnya generasi
muda. Bupati juga mengajak MUI bersama pemerintah untuk turut berkontribusi
dalam pembangunan daerah, termasuk membantu upaya menekan angka kemiskinan di
Kabupaten Jember.
Dandim
0824/Jember Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., turut memberikan
apresiasi atas pengukuhan kepengurusan MUI Kabupaten Jember tersebut. “Kodim
0824/Jember mendukung sinergi antara ulama, pemerintah daerah dan seluruh
komponen masyarakat dalam menjaga persatuan, membangun akhlak serta menciptakan
kehidupan masyarakat yang aman, harmonis dan kondusif. Peran ulama sangat
penting dalam memberikan keteladanan dan membimbing generasi muda,” ungkapnya.
Melalui
kepengurusan baru MUI Kabupaten Jember Masa Khidmat 2026–2031, diharapkan
sinergi antara ulama dan pemerintah semakin kuat dalam menghadapi berbagai
tantangan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai
keagamaan, persatuan, kepedulian sosial dan pembangunan karakter masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Yalal Waton
dan berlangsung aman serta lancar hingga pukul 16.00 WIB.